AKHIRNYA… NASI KANDAR

 

5642236470_2468b5fdca_1

Kasihan juga pada istriku. Sanggup tidak menjamah makan tengahari semata-mata mengidam nasi kenduri. Namun apa yang berlaku, nasib istriku bak  Lebai Malang.

Fizikal di kedua-dua tempat kenduri membuat aku rasa tak tergamak nak mengambil sepinggan makanan dan membawanya ke kereta… (baca sini). Rasa macam orang ramai akan memandang-mandang dan tertanya-tanya… apa cerita dengan sorang nih?

Usai makan, bersalam dengan tuan rumah serta pengantin, aku pulang ke kereta. Istriku yang menunggu dengan penuh harap… mengeluh lapar.

“Makan nasi kandar ajelah, ya…?” saranku setelah menerangkan kenapa aku balik dengan tangan kosong. Angguk. Mujur  hari ini anginnya bagus.

Aku mencari melalui Google. Oh… ada kedai Nasi Kandar Roundabout di tengah pekan.

Sedap? Entahlah… Yang tentunya, istriku makan dengan lahap sampai lupa nak semawa..

Advertisements
This entry was posted in istri. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s